Follow us on FaceBook

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 15 Desember 2013

Tahun Baru 2014








Tahu dong Tahun Baru? Itu loh, perayaan momen pergantian tahun yang menandakan berakhirnya hari terakhir pada tahun yang tengah dijalani dan dimulainya hari pertama pada tahun berikutnya. Banyak orang menganggap Tahun Baru sebagai momen yang tepat untuk berdoa atau mengutarakan keinginan. Banyak pula yang menjadikan tahun baru sebagai awal perjuangan dan perubahan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Apapun maknanya, Tahun Baru selalu dirayakan dengan meriah dan penuh keceriaan. Yuk, simak tradisi perayaan Tahun Baru di berbagai negara berikut ini. 

Tahun Baru 2014

Tahun Baru merupakan sebutan bagi perayaan yang berlangsung pada hari pertama bulan pertama pada sistem penanggalan tertentu. Perayaan Tahun Baru tak hanya berlaku untuk sistem penanggalan Masehi tetapi juga untuk berbagai sistem penanggalan di dunia seperti Kalender Cina, Hijriah, Saka, Advent, Koptik, dan lain sebagainya. Pada sistem penanggalan Masehi, perayaan Tahun Baru jatuh pada tanggal 1 Januari setiap tahunnya.
Kapan Tahun Baru 2014?
Tahun Baru (Masehi) 2014 jatuh pada hari Rabu, 1 Januari 2014. Perayaan Tahun Baru umumnya berlangsung sejak sore hari tanggal 31 Desember dengan puncak perayaan terjadi pada detik-detik menjelang pukul 00.00 yang menandakan dimulainya tanggal 1 Januari.


Tahun Baru

Tahun Baru di Berbagai Negara

Perayaan Tahun Baru dirayakan secara meriah di hampir seluruh negara di dunia. Berikut adalah tradisi perayaan Tahun Baru di berbagai belahan dunia.
Perayaan Tahun Baru di Indonesia

Perayaan Tahun Baru bisa dibilang sebagai salah satu jenis perayaan tahunan terbesar di Indonesia. Sebagian warga merayakannya dengan berkeliling kota menggunakan motor, mobil, metromini, ataupun kendaraan bak terbuka sambil meniup terompet yang dihias dengan kertas mengkilap warna-warni.
Penjual terompet biasanya mulai menjajakan dagangannya sejak seminggu sebelum perayaan Tahun Baru berlangsung. Terompet yang dijual dibentuk sedemikian rupa menyerupai saxophone, gitar, bahkan naga. Namun, ada pula terompet berbentuk biasa yang umumnya dijual dengan harga lebih murah.
Warga mulai berkeliling pada sore hari tanggal 31 Desember 2013. Tempat-tempat yang dituju adalah pusat keramaian seperti alun-alun kota, tempat wisata, atau pusat perbelanjaan. Di Jakarta, perayaan Tahun Baru berpusat di Bundaran HI,  Monas, Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah. Konser yang menampilkan artis-artis ibukota kerap berlangsung di tempat-tempat tersebut.

Bundaran HI, Salah Satu Pusat Perayaan Tahun Baru di Jakarta
Pada perayaan Tahun Baru 2013, Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menyelenggarakan Car Free Night di sepanjang Jl. Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia. Warga Jakarta ramai-ramai berkumpul di kawasan tersebut untuk merayakan Tahun Baru dan menyaksikan pesta kembang api tanpa terganggu oleh kendaraan yang lewat.
Bagi mereka yang malas keluar rumah, berbagai stasiun TV baik lokal maupun nasional menyiarkan berbagai acara Tahun Baru yang menarik. Acara Tahun Baru biasanya mulai ditayangkan pada pukul 20.00 hingga lewat tengah malam. Konser, nyanyian, tarian, lawakan, dan pertunjukan sulap merupakan acara-acara yang biasa ditayangkan pada momen Tahun Baru.
Serunya perayaan Tahun Baru di Jakarta bisa kamu rasakan dengan menginap di hotel-hotel berikut.
Perayaan Tahun Baru di Amerika Serikat
Salah satu tradisi perayaan Tahun Baru yang paling populer di Amerika Serikat adalah “Ball Drop” yang berlangsung di Times Square, New York City, New York. Pada tradisi ini, sebuah bola besar yang menyala warna-warni meluncur perlahan dari atas sebuah tiang pada pukul 23:59:59. Lama waktu yang dibutuhkan bola tersebut untuk meluncur sampai ke bawah adalah 1 menit pas sehingga bola menyentuh bagian bawah tiang tepat pada pukul 00:00:00 tanggal 1 Januari.

Acara Ball Drop di Times Square amat populer hingga mampu menyedot 1 juta penonton setiap tahunnya. Stasiun TV lokal New York dan TV nasional AS umumnya menyiarkan detik-detik turunnya bola raksasa di Times Square. Kepopuleran Ball Drop di Times Square memunculkan tradisi serupa yaitu Peach Drop di Atlanta, negara bagian Georgia.
Terlepas dari tradisi Ball Drop, Tahun Baru merupakan momen yang penting bagi pasangan di AS. Biasanya, para pasangan merayakan Tahun Baru bersama entah dengan berkumpul di Times Square bersama penduduk AS lainnya atau melewatkan masa-masa romantis di rumah.
Perayaan Tahun Baru di Kanada

Sebagai salah satu negara terbesar di dunia, Kanada memiliki bermacam tradisi Tahun Baru di berbagai wilayahnya. Namun, perayaan Tahun Baru di Kanada biasanya terpusat di kawasan Toronto dan Niagara Falls di negara bagian Ontario. Konser, pesta kembang api, dan acara olahraga yang meriah kerap diselenggarakan di wilayah tersebut.
Ada satu tradisi unik yang dilakukan di pedalaman Quebec yang tengah mengalami musim dingin saat perayaan Tahun Baru berlangsung. Biasanya, penduduk kawasan tersebut merayakan Tahun Baru dengan memancing di es sambil minum-minuman beralkohol bersama teman-teman dan kerabat.

Polar Bear Plunge
Tradisi Tahun Baru yang unik lainnya di Kanada dikenal dengan nama “Polar Bear Plunge”, “Polar Bear Swims” atau “Polar Bear Dips”. Dalam tradisi tersebut, warga Kanada berkumpul di dekat pantai dan menceburkan diri ke air untuk merayakan Tahun Baru. Lebih dari 2.000 warga Kanada mengikuti tradisi tersebut setiap tahunnya tanpa mempedulikan suhu air dan udara yang amat dingin. Tradisi “Polar Bear Plunge” yang paling populer berlangsung di kawasan Vancouver.
Ingin menyaksikan tradisi Polar Bear Plunge yang unik? Atau malah tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut? Buruan pesan hotel terdekat di VoucherHotel.com.
Perayaan Tahun Baru di Inggris
Di Inggris, perayaan Tahun Baru berpusat di tepi Sungai Thames. Warga Inggris berkumpul di tempat tersebut pada malam tanggal 31 Desember untuk menyaksikan pesta kembang api. Detik-detik pergantian tahun ditandai dengan dentingan Big Ben sebanyak 12 kali. Bersamaan dengan momen tersebut, warna-warni kembang api menyala cantik di sekeliling London Eye, kincir raksasa yang menjadi simbol kota London.
Perayaan Tahun Baru di Spanyol

Spanyol punya tradisi unik untuk merayakan Tahun Baru. Menjelang detik-detik pergantian tahun, warga Spanyol umumnya memegang 12 butir anggur. Setiap anggur harus dimakan bersamaan dengan denting jam sebanyak 12 kali yang menunjukkan pukul 00.00 tanggal 1 Januari. Warga Spanyol percaya bahwa mereka akan mendapatkan keberuntungan selama setahun ke depan jika mampu menghabiskan anggur bersamaan dengan bunyi dentingan jam.



Perayaan Tahun Baru di Filipina
Warga Filipina menganggap Tahun Baru sebagai bagian dari perayaan Natal. Mayoritas penduduk Filipina memang menganut agama Kristen sehingga Natal dirayakan secara besar-besaran di negeri tersebut. Ada satu mitos unik tentang Tahun Baru yang dipercaya oleh warga Filipina. Pada malam pergantian tahun, mereka menyiapkan 12 jenis buah-buahan yang diletakkan di atas meja makan. Ke-12 buah yang ada melambangkan kesejahteraan selama 12 bulan ke depan.
Sama seperti di Indonesia, warga Filipina juga menyalakan petasan dan kembang api serta membunyikan terompet. Mereka percaya bahwa tradisi tersebut bisa menghilangkan roh jahat serta menjauhkan mereka dari kesialan pada tahun berikutnya.
Perayaan Tahun Baru di Singapura
Tahun Baru dirayakan dengan amat meriah di Singapura. Hotel dan tempat-tempat wisata di Singapura turut merayakan Tahun Baru dengan menyelenggarakan pesta kembang api, pelepasan lentera, konser, dan berbagai macam hiburan lainnya. Kawasan Marina Bay, Siloso Beach, Clarke Quay, Labrador Park, serta Singapore Flyer adalah beberapa lokasi perayaan Tahun Baru Paling meriah di Singapura.

Menjelang tengah malam, sebagian warga Singapura berkumpul di tempat-tempat tersebut untuk menghitung mundur detik-detik pergantian tahun. Kegiatan tersebut diwarnai dengan letusan kembang api dan tiupan terompet yang tak putus-putus. Kumpulan warga yang ingin merayakan Tahun Baru sudah mulai terlihat sejak sore hari dengan densitas tertinggi antara pukul 22.00 hingga lewat tengah malam.

5 Kota Terhijau di Dunia


Beberapa kota di dunia telah membuat langkah lebih hijau dibandingkan kota-kota lain di dunia, yang
menempatkan mereka di atas daftar untuk tujuan keberlanjutan. Kota-kota terhijau di dunia tersebut
belum tentu memenuhi seluruh persyaratan akan kota hijau, namun mereka berada di jalur yang benar
dan pengaruh yang signifikan untuk mengurangi efek panas di bumi ini.
5. Vancouver, Kanada

Vancouver tempat berlangsungnya Olimpiade Musim Dingin musim ini telah membuktikan bahwa kota
ini dapat berkelanjutan, tetapi fokus mereka sehari -hari yang benar-benar memungkinkan kota di
negara Canada ini untuk mendapatkan peringkat tersebut. Sembilan puluh persen dari pasokan akan
kebutuhan energi di kota ini diaktifkan oleh pembangkit listrik tenaga Air,  Angin, Surya, Gelombang dan
Energi Pasang Surut air laut, semua hal itu  turut memastikan  bahwa kota ini  akan  tetap hijau.  terlebih,
mereka punya tujuan yang lebih tinggi untuk masa depan.
4. Malmo, Swedia

Ini adalah salah satu kota internasional yang difokuskan pada ruang hijau.  Mereka terkenal karena
taman mereka, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan perkotaan. Ini adalah salah satu kota
terbesar di Swedia dan selalu menjadi studi banding dalam isu kontemporer perbincangan tentang
perkotaan. Mereka telah mengubah lingkungan untuk membuat mereka ramah lingkungan.
3. Curitiba, Brazil
Kota ini memfokuskan pada pemeliharaan  negara Brazil secara umum dengan  menggunakan metode
hijau, seperti halnya, taman-taman kota yang dipenuhi oleh  binatang seperti halnya domba, rusa, dan
sejenisnya guna tetap memberikan keseimbangan ekosistem fauna.  Kota ini  juga dikenal karena salah
satu sistem    bus-transit yang terbaik, sehingga penumpang dianjurkan untuk mengurangi atau bahkan
tidak menggunakan sama sekali mobil pribadi mereka.
2. Portland, Oregon, Amerika Serikat

Meskipun banyak kota-kota AS sekarang mengikuti trend hijau,namun Oregon menjadi kota pertama
yang fokus pada  isu  alternatif transit dengan sistem  kereta api  yang dapat mengakomodir penduduk
dengan skala sedang (LRT)  dan jaringan jalur sepeda yang luas untuk mendorong orang untuk
mengurangi pemakaian kendaraan pribadi mereka.  Kota ini juga sebagai  salah satu yang pertama kali
berjanji untuk mengurangi emisi dan  efek buruk pembangunan  dengan  mulai transisi menggunakan
bahan berkelanjutan.
1. Reykjavik, Islandia

Kota ini  dijalankan sepenuhnya pada energi  hijau, termasuk panas bumi dan pembangkit listrik tenaga
air.  Sistem transit bus mereka juga menggunakan hidrogen dan termotivasi u ntuk menjadikan  Eropa
sebagai adalah benua terbersih.
(Sumber : Forum Lingkungan Universitas Indonesia, 1998)

Wacana Model UN Tahun 2014



 Ujian Nasional (UN) sebagai sarana untuk mengukur keberhasilan pendidikan di Tanah Air, terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak disamping kritikan dari sementara pihak. Contoh dukungan diantaranya datang dari tokoh nasional Mantan Presiden RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang menurut pengamatan kami selalu tak kenal lelah dan kritik selalu berkomitmen mendukung keberadaan Ujian Nasional (Unas). Bahkan ketika beliau masih menjabat Wapres, terus mendukung dengan menggulirkan gagasan-gagasan cerdas diantaranya dengan ide menaikkan standar kelulusan UN secara bertahap dengan mencontohkan pelaksanaan UN di sejumlah negara tetangga, termasuk negeri Jiran Malaysia.
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai salah satu pemangku pendidikan yang mengikuti Konvensi Ujian Nasional (UN) akhir September turut memformulasikan model penyelenggaraan UN yang relibel, transparan, dan akuntabel. Bahkan beliau tampil sebagai pembicara kunci pada konvensi UN. Menurutnya kehadiran peserta konvensi memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencerdaskan bangsa. Kemajuan suatu bangsa, dapat dijalankan apabila mempunyai nilai tambah dan kultur yang dikembangkan. Pondasi dasarnya adalah pendidikan yang baik.

Dukungan juga datang dari Pakar pendidikan Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd, pakar pendidikan yang turut menyetujui adanya standar nasional. Arief mengatakan, selama beberapa tahun penyelenggaraannya, UN telah banyak mengalami perbaikan. Dia menganggap pemerintah telah mengakomodir pertimbangan kondisi di daerah dan keadaan guru yang sangat berbeda-beda. “ Itu sebabnya ia menganggap ujian nasional ini penting dan perlu. Beliau tetap mendukung UN tetap dilaksanakan dengan alasan:
Pertama, secara politis, untuk menyatukan kekuatan para murid, para guru, dan semua insan pendidikan di dalam suatu suasana NKRI, yang menegakkan kebersamaan dan kedaulatan RI.
Kedua, secara filosofis dan akademis tidak ada jenjang pendidikan yang tidak diselesaikan dengan sebuah evaluasi.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad dalam tulisannya menyampaikan bahwa Konvensi Ujian Nasional (UN) telah usai dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dari tanggal 26 sampai dengan 27 September 2013. Konvensi berhasil menyepakati bahwa UN tetap dilaksanakan, sebagai pelaksanaan satu dari dari 8 (delapan) standar pendidikan nasional, yaitu standar evaluasi. Para peserta juga sepakat bahwa penyelenggaraan UN harus kredibel, reliabel, dan akuntabel.
Memenuhi Semua Aspirasi
Konvensi itu sendiri dilakukan guna mengakhiri kontroversi mengenai UN. Ada kalangan yang menginginkan UN hanya untuk pemetaan bukan untuk kelulusan. Sementara kalangan lain menghendaki UN dapat digunakan untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kontroversi itu sepertinya tak ada ujungnya. Padahal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 yang merupakan penyempurnaan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa fungsi UN itu ada empat: (a) untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; (b) salah satu penentu kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; (c) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; dan (d) bahan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Dengan demikian, sesungguhnya pasal 68 PP 32/2013 tersebut telah merangkum semua aspirasi publik, baik kalangan yang menginginkan UN sebagai alat pemetaan, untuk kelulusan, untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, maupun sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pada dasarnya keempat fungsi itu juga merupakan satu kesatuan karena bersifat saling melengkapi. Lazimnya, yang namanya ujian apapun namanya tentu selalu dikaitkan dengan isu kelulusan. Kalau hanya untuk pemetaan, namanya pasti bukan ujian melainkan sensus atau survey. Sebaliknya, data untuk menentukan kelulusan dapat digunakan untuk pemetaan bahkan sebagai dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan di atasnya. Tentu saja data untuk kelulusan juga bisa dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan untuk melakukan intervensi peningkatan mutu pendidikan.
UN dan Mutu Pendidikan
Di tengah-tengah kontroversi itu ada yang menyatakan bahwa UN tidak berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan. Sudah bertahun-tahun dilaksanakan UN, tapi mutu pendidikan kita selalu kalah dari negara-negara lain. Jadi mengapa harus ada UN?
Awam pun tahu, UN-nya sendiri pasti tidak akan meningkatkan mutu pendidikan. UN seperti jenis evaluasi lainnya tidak langsung meningkatkan mutu. Tapi dari UN, dan jenis evaluasi lainnya, kita bisa melihat atau mengetahui kualitas pendidikan. Dari hasil evaluasi, kita selanjutnya dapat menentukan tindakan apa yang mesti dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan: apakah isi pembelajarannya yang harus diperbaiki; prosesnya; kompetensi lulusannya; pendidik dan tenaga kependidikannya; sarana dan prasarananya; pengelolaannya; ataukah pembiayaannya.
Lagi pula, darimana kita tahu bahwa mutu pendidikan kita selalu kalah dari negara-negara lain? Dari hasil UN itulah kita dapat membandingkannya. Sebagai contoh, UN tahun 2012, dengan komposisi soal mudah 10%, sedang 80%, dan sukar 10%, dengan nilai rata-rata 5,5 sebagai syarat lulus, tingkat kelulusan UN kita mencapai 99,50%. Sementara, tahun 2013, dengan komposisi soal mudah 10%, sedang 70%, dan sukar 20%, dengan nilai rata-rata masih tetap 5,5 sebagai syarat lulus, tingkat kelulusan UN kita menurun sedikit 99,48%.
Tampak di sana, ada penurunan sebesar 0,02% ketika ditambah 10% soal yang sukar. Bagaimana jika komposisi soal dirubah, katakanlah yang mudah 10%, sedang 40%, dan sukar 50%, dengan nilai rata-rata tetap 5,5 sebagai syarat lulus. Bagaimana pula andaikan komposisi soalnya 50% sedang dan 50% sukar, dengan nilai rata-rata tetap 7 sebagai syarat lulus?
Masalahnya di sini bukan pada tingkat kelulusan yang menurun jika soal yang sukarnya ditambah; melainkan pada kemampuan para peserta UN mengerjakan soal-soal sukar tersebut. Sebab, berkaca pada negara-negara yang disebut tinggi mutu pendidikannya, kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal yang sukar cenderung tinggi. Sebaliknya, negara-negara yang disebut rendah mutu pendidikannya, kecenderungan peserta didiknya hanya mempu mengerjakan soal-soal yang mudah bahkan di bawahnya lagi (Lihat pula Gambar 1 di bawah ini).



Lantas, seperti apakah mutu peserta didik kita berdasarkan penguasaanya pada setiap mata pelajaran. Analisis terhadap hasil UN 2013 dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menunjukkan kemampuan yang belum terlalu tinggi, seperti tampak dalam Gambar 2.



Hasil yang relatif sama juga berlaku pada analisis terhadap hasil UN 2013 dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) seperti ditunjukkan oleh Gambar 3.



Kita (tidak) dapat membayangkan, seperti apa rupa dua gambar kompetensi di atas, seandainya komposisi soalnya bukan formula mudah 10%, sedang 70%, dan sukar 20% seperti yang dipakai dalam UN 2013. Bagaimana jika soalnya separuh sedang separuh mudah atau malahan seluruhnya sukar? Karenanya, UN bukan hanya perlu untuk pemetaan, akan tetapi lebih penting lagi sebagai dasar bagi pengambilan kebijakan untuk perbaikan mutu pendidikan.
Dari Kelulusan ke Indeks Kompetensi
Oleh sebab itu pula, pada tahun-tahun mendatang, isu mendasar dalam UN tidak lagi pada kelulusan akan tetapi pada indeks kompetensi sekolah bahkan kompetensi masing-masing mata pelajaran yang di-UN-kan. Boleh saja kelulusan UN sebuah sekolah mencapai 100%. Bahkan boleh saja nilai rata-rata UN-nya di atas rata-rata nasional. Tetapi, bagaimana dengan indeks kompetensi setiap mata pelajarannya?
Sebagai ilustrasi, saya gunakan hasil analisis sembilan kompetensi mata pelajaran sosiologi pada SMAN 1 Babat, Kab. Lamongan, pada UN 2013. Baik diketahui, dalam UN 2013 SMAN 1 Lamongan menduduki peringkat tertinggi di tingkat nasional. Nilai akhir UN-nya melebihi rata-rata nasional. Namun, seperti apakah penguasaan para peserta didik terhadap kompetensi mata pelajarannya. Dalam Gambar 4 berikut, kami contohkan analisis kompetensi mata pelajaran Sosiologi di sekolah ini.


Dengan diperolehnya data sepeti tampak dalam Gambar 4 tersebut, disimpulkan SMAN 1 Babat Lamongan adalah salah satu contoh SMA yang capaian kompetensi sekolahnya relatif tinggi berdasarkan hasil UN. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah seluruh guru mapel yang diUNkan telah bersertifikasi, dan sekolah tersebut memiliki lab yang lengkap, seperti lab. bahasa, lab. biologi, lab. kimia, dan lab. Komputer. Sedangkan untuk rekomendasinya adalah pemerintah daerah dapat menggunakan sekolah ini sebagai sekolah percontohan bagi peningkatan mutu sekolah khususnya di Provinsi Jawa Timur.
Sebagai akibatnya jika tak ada UN kita tidak bisa membandingkan kualitas pendidikan dengan di negara lain, baik yang komposisi soal mudahnya lebih banyak dan syarat kelulusannya yang lebih rendah maupun dengan negara yang komposisi soal lebih sukarnya yang banyak dan syarat kelulusannya yang lebih tinggi dari negara kita.
Untuk ilustrasi sekolah yang peringkat UN-nya di bawah rata-rata nasional kita ambil SMAS PGRI 28 Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang. Dari sembilan kompetensi pada Mapel matematika Program IPS, SMAS PGRI 28 Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, kompetensinya masih dibawah capaian Nasional, bahkan Provinsi Sumatera Utara.


Untuk SMAS PGRI 28 disimpulkan merupakan salah satu contoh sekolah yang kompetensinya relatif rendah, yaitu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia IPA/IPS, Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Kondisi ini terjadi antara lain disebabkan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah rombongan belajar (46), serta guru mata pelajaran yang di UN kan belum lengkap.
Kepada SMAS ini direkomendasi untuk meningkatkan jumlah guru agar sebanding dengan rombongan belajar, serta melengkapi jumlah guru mata pelajaran yang di UN kan, melengkapi sarana dan prasarana laboratorium, serta mengikutsertakan guru dalam berbagai pelatihan terkait peningkatan kompetensi Bahasa Indonesia IPA/IPS, Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.
Data sebagai Dasar Kebijakan
Sudah semestinya Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud memiliki analisis kompetensi setiap sekolah bahkan setiap mata pelajaran. Kita semua berhak untuk mengaksesnya. Berdasarkan data ini, setiap pihak terutama sekolah yang bersangkutan terlebih guru-guru mata pelajaran yang di-UN-kan khususnya dapat berkaca untuk memperbaiki diri guna meningkatkan mutu pendidikan.
Para pemangku kepentingan pendidikan dapat menjadikan data tersebut dalam pengambilan kebijakan sesuai dengan skala prioritas yang ditunjukkan oleh hasil analisis. Dengan berbasis pada data lapangan, intervensi yang dilakukan niscaya lebih efektif dan efisien. Perlu ditambahkan di sini bahwa sekolah-sekolah yang UN-nya jujur merupakan pihak yang beruntung: karena diagnosanya tepat, maka resepnya pun akan tepat. Sebaliknya, sekolah-sekolah yang UN-nya tidak jujur akan mengalami kurugian karena tidak menunjukkan masalah yang sebenarnya sehingga intervensi kebijakannya pun tidak akan tepat.
Sedangkan untuk pihak-pihak yang sementara ini keberatan dengan UN dapat pula memanfaatkan data tersebut untuk memonitor upaya peningkatan mutu pendidikan. Ketimbang mempermasalahkan aspek legal –yang dianggap telah final oleh Kemdikbud—lebih baik mereka menjadikan data hasil analisis UN sebelumnya sebagai bahan perbandingan terhadap analisis UN berikutnya: langkah-langkah perbaikan apakah yang telah ditempuh di antara dua UN dan bagaimanakah outcome-nya? Dengan cara seperti itu, insya Allah akan bermanfaat.
Sebuah ulasan yang proporsional dari Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si. yang membuat kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa UN tahun depan tetap diselenggarakan dengan upaya-upaya agar penyelenggaraanya bisa lebih baik lagi. Adapun butir-butir hasil rumusan akan dimasukkan ke dalam prosedur operasional standar (POS) UN.
Kami sepakat pada apa yang diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, jika negara ini ingin maju harus ada ujian yang mengukur standar nasional itu sendiri. Tegasnya di Indonesia perlu ada ujian yang mengukur kompetensi peserta didik di akhir masa belajar di satuan pendidikan. Sebagai info bahwa Konvensi juga menyepakati untuk tetap melaksanakan Ujian Nasional pada tahun 2014 dengan komposisi (UN:Nilai Sekolah) 60:40. Semoga ujian nasional tahun 2014 bisa lebih baik lagi, lebih kredibel, reliabel, dan akuntabel. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Dominic Brian: Anak Bali yang Masuk Guinness World Records untuk Mengingat Deret Angka




Dominic Brian, bocah asal Kuta, Bali mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia Guinness World Records setelah berhasil menunjukkan kemampuannya mengingat 76 deret angka hanya dalam 60 detik.
Anak dari Gidion Hindartho dan Debora Intan Trisna yang lahir di Surabaya pada 26 November 1996 itu masuk dalam buku catatan rekor dunia yang diterbitkan perusahaan bir hitam Guinness, setelah menunjukkan kemampuannya pada acara pemecahan rekor yang dilaksanakan di taman satwa Bali Zoo Park di Gianyar, Bali, 15 Agustus 2009.
Pihak Guinness yang diwakili Alex memperlihatkan 80 angka kepada Dominic. Angka yang disodorkan adalah angka besar. Sesaat kemudian, Dominic diberikan melihat dalam waktu satu detik. Selanjutnya, pihak Guinness World memperlihatkan angka yang dilihat Dominic kepada pengunjung.
Satu per satu angka disebutkan dengan sempurna oleh bocah yang saban hari belajar secara home schooling itu. Saat kali pertama, pihak Guinness memperlihatkan 100 angka kepada Dominic. Namun, jumlah angka yang masuk hitungan Guinness sebanyak 60 angka. Pasalnya, setelah ada kesalahan sekali, penghitungan selanjutnya kendati benar dianggap gagal.
Sukses pertama yang memecahkan rekor dunia itu diperbarui pada penghitungan kedua. Kali ini diperlihatkan 80 angka. Ternyata, Dominic bisa mengingat 76 angka.
Perwakilan Guinness World Records Asia, Alex Iskandar Liew, memuji kemampuan yang ditunjukkan Brian. Selain itu, ia juga menilai hal itu sebagai rekor unik, mengingat umur yang bersangkutan masih tergolong anak-anak menuju remaja.
Meski begitu, rekor dunia yang dipecahkan Dominic Brian diperkirakan akan banyak mengundang munculnya penantang baru yang akan berusaha mengungguli rekor tersebut. “Keunikannya karena pemecah rekor itu masih sangat muda, 12 tahun. Usaha untuk mampu mengingat seratus angka bukanlah hal yang gampang,” ujar Alex Iskandar Liew
Menurutnya, kemampuan Brian sangat luar biasa, sebab dalam waktu yang sangat singkat mampu mengingat sampai 76 deret angka. Kemampuan seperti itu jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya, dan jika ada yang ingin menyamai atau bahkan mengungguli, memerlukan waktu belajar yang cukup lama.
Gidion Hindartho mengatakan bahwa meski anaknya mampu mencatatkan rekor dunia, namun dirinya tidak terlalu memberikan target pada Brian, kecuali hanya akan mengarahkan untuk mencapai cita-citanya. Dia mengaku selama ini hanya melatih daya ingat Brian melalui suatu metode latihan kemampuan daya ingat, yang sebenarnya dapat dilakukan oleh semua orang.
“Ini merupakan pelatihan memori kekuatan otak atau biasa disebut `power brain`. Semua orang sebenarnya bisa memaksimalkan daya ingat seperti yang dilakukan Brain. Anak-anak usia kelas tiga atau kelas empat sekolah dasar sebenarnya dapat dengan mudah mengingat seratus angka jika dilatih dengan metode yang tepat,” ujarnya.
Gidion menyatakan bangga karena Brian berkesempatan mengharumkan nama Indonesia khususnya Bali ke dunia internasional. Hal ini diharapkan semakin mengangkat citra Pulau Dewata di mata dunia internasional.
Sementara itu, Dominic Brian mengaku hanya perlu waktu dua bulan untuk berlatih mengingat deret angka dalam waktu cepat, walaupun dalam satu hari hanya berlatih tiga kali. Dia menyatakan akan terus berlatih mengingat deret angka, guna dapat terus mencoba memperbaiki rekor yang dibuatnya, selain bersiap menghadapi para penantang yang diperkirakan segera bermunculan.
“Saya akan terus berusaha memperbaiki rekor ini, dengan target mengingat 104 deret angka. Saat latihan paling tinggi pernah mencapai angkat tersebut. Awalnya memang susah, tetapi kalau dilakukan secara tekun akan menjadi terbiasa,” katanya.
Brian juga berhasil memecahkan rekor pada Museum Rekor Indonesia (Muri), yaitu mengingat 1 dek kartu bridge (52 kartu) selama 100 detik dan mengingat 100 digit angka secara acak dalam waktu 12 menit.

RAJA AMPAT, PULAU SURGA DI TANAH MERAUKE



Jika anda berencana berlibur ke Papua, ada baiknya anda menyempatkan diri berkujung ke Raja Ampat yang terletak di bagian barat Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, kepulauan ini berada di bawah  Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Pulau yang terkenal karena keindahan alam lautnya ini telah menjadi 10 perairan terbaik di dunia karena kelengkapan flora dan fauna bawah airnya.

 

Mitos asal mula kepulauan ini menurut penduduk lokal berasal dari seorang wanita yang menemukan 7 telur. Yang kemudian 4 telur menetas dan kempat telur tadi menjadi 4 orang pangeran yang semuanya berpisah dan menjadi raja yang berkuasa di masing masing daerahnya yakni di Waigeo, Salawati , Misool timur dan Misool Barat, keempat raja itulah yang tinggal di empat pulau yang disebut dengan Raja Ampat, Sementara ketiga telur lainnya menjadi Hantu, seorang wanita dan batu.
Di pulau ini anda akan disuguhkan oleh pemandangan yang luar biasa indahnya, yakni pulau pulau kecil disekitar kepulaun Raja Ampat, pasir pantai yang bewarna putih, air laut yang bewarna biru kehijauan, bukit bukit yang cantik, flora dan fauna seperti merak dan berbagai macama anggrek dan yang paling menakjubkan dari wisata ini adalah wisata alam bawah lautnya yang terkenal hingga ke seluruh dunia. Di dalam air mata anda akan di manjakan oleh pemandangan bawah laut yang luar biasa, seperti halnya karang karang keras, keanekaragaman flora dan faunanya yang tak terhingga.



Selain wisata bawah air dan pemandangannya yang luar biasa Raja Ampat juga memiliki bekas peninggalan prasejarah dan sejarah yang tidak kalah menariknya, Seperti halnya di kawasan pulau Misool telah ditemukannya peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang tertempel di dinding batu karang dan diperkirakan usia cap cap tangan itu berumur 50.000 tahun  yang mana ini menjadi bukti salah satu dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia, kemudian anda juga bisa menngunjungi sisa pesawat karam bekas peninggalan Perang Dunia II di beberapa tempat penyelaman di kawasan Raja Ampat seperti di Pulai Wai. Akses menuju tempat inipun tidak sulit, akomodasi di kawasan Raja Ampat juga sudah tersedia cukup banyak.